Korban PHK Nestle Mengadu ke DPRD Jawa Timur

Para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) PT Nestle mengadukan nasibnya kepada pimpinan dan anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (14/7/2011).

Tim 10 Perjuangan PHK Sepihak Nestle itu datang ke gedung DPRD Jatim di Surabaya mewakili 245 karyawan Nestle di Waru, Sidoarjo, yang terkena PHK pada 2001-2002.

“Saat itu kami sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memilih. Dua opsi yang ditawarkan manajemen Nestle muaranya adalah PHK,” kata Sekretaris Tim 10 Perjuangan PHK Sepihak Nestle, Agung Basuki.

Ia mengemukakan bahwa pada 13 April 2000, manajemen Nestle mengumumkan rencana PHK sebagai konsekuensi atas relokasi pabrik dari Waru ke Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

“Kami tidak punya pilihan lain. Apalagi waktu yang diberikan kepada kami untuk menentukan pilihan hanya dua hari,” kata Agung yang masa kerjanya di Nestle Waru itu selama 23 tahun.

PHK terhadap 245 karyawan itu terlaksana pada 2001-2002 dan pihak manajemen Nestle memutuskan memberikan pesangon 10 kali gaji bulanan ditambah empat kali uang jasa sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 3 Tahun 1986.

Para karyawan memprotes kebijakan manajemen Nestle itu karena pada bulan Juni 2000 keluarlah Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 150 Tahun 2000. Intinya, perusahaan wajib memberikan pesangon senilai 14 kali gaji bulanan dan enam kali uang jasa.

“Mestinya manajemen Nestle dalam memberikan pesangon mengacu pada Kepmenaker 150/2000, bukan Kepmenaker 3/1986,” kata Agung didampingi korban PHK Nestle lainnya.

Atas dasar itu, sejak 2001, para korban PHK Nestle telah beberapa kali mengajukan protes kepada pihak manajemen.  Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jatim, Hery Prasetyo, berjanji akan menindaklanjuti pengaduan para korban PHK Nestle.

“Kami nanti akan memanggil manajemen Nestle untuk membicarakan persoalan ini,” kata politikus Partai Demokrat itu.

 

Eitts, Bus Sumber Kencono Berubah Sumber Selamat

Barangkali nama bisa menjadi salah satu penyebab apesnya PO Bus Sumber Kencono. Pemilik perusahaan angkutan umum ini pun memeras otak untuk mencari solusi. Nah, mungkin dengan berganti nama ‘Sumber Selamat’, armadanya akan luput dari kecelakaan yang seringkali merenggut nyawa.

Bergantinya nama bus yang belakangan ini menjadi sorotan publik karena kecelakaan terlihat di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. Sebagian bus Sumber Kencona sudah face off. Yang tertera di body bus sekarang ‘Sumber Selamat’. Selain untuk keselamatan, kemungkinan besar perusahaan bus itu ingin menghapus image yang melekat selama ini. Sudah rahasia umum, jika publik seringkali mengeluhkan ulah bus di jalanan.

Namun detiksurabaya.com belum bisa mengkonfirmasi kepada pengelola bus lama tapi baru itu mengenai alasan perubahan nama. Nama baru bus antar kota yang sebagian besar rute Surabaya- Solo-Yogyakarta ini pun mengundang senyum para calon penumpang di terminal terbesar di Jawa Timur tersebut. Dari informasi yang dihimpun, Bus Sumber Selamat ini masih satu perusahaan dengan PO Sumber Kencono.

Hal ini diakui oleh Kepala UPT Terminal Purabaya, May Ronald kepada detiksurabaya.com, Kamis (14/7/2011). “Memang sebagian armada bus Sumber Kencono ganti nama Sumber Selamat, trayeknya sama hanya namanya saja yang ganti,” katanya.
Ronald mengaku, pergantian sebagain nama bus Sumber Kencono ini merupakan hak dari pemilik perusahaan bus, tetapi tentunya harus disertai dengan pengurusan izin ganti nama. “Kita sudah terima surat pergantian nama busnya 2 minggu lalu,” imbuhnya.

Ronald juga mengaku jika pihaknya sempat kaget dengan kehadiran bus Sumber Selamat saat ikut masuk dan mengantre penumpang di dalam terminal. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata bus tersebut masih satu PO dengan bus Sumber Kencono.

“Saat itu anggota saya di lapangan sempat mau mengeluarkan bus itu. Karena, namanya baru tapi motifnya sama. Setelah diperiksa dan ada surat dari PO bersangkutan ternyata milik Sumber Kencono,” terangnya.

Dalam surat yang dikirim PO Sumber Kencono, Ronald menyebut akan ada 80 armada Sumber Selamat yang akan dioperasikan bersama bus Sumber Kencono. “Tapi sekarang di lapangan masih lima yang baru beroperasi di terminal,” pungkasnya.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, armada Bus Sumber Selamat masih tampak baru. Selain nama baru, cat bus yang berwarna putih dengan strip merah itu juga tampak masih kinclong. Tapi sebagian lagi bus yang beroperasi masih banyak berwarna khas Sumber Kencono, yakni warna abu-abu dengan kombinasi strip biri dan merah.

Jatim akan Bangun Dua Jalan Tol Baru

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menawarkan kepada investor Cina untuk membangun dua jalan tol baru di wilayahnya. Dua tol tersebut akan menghubungkan Gresik-Tuban dan Gempol (Sidoarjo)-Pasuruan.

“Ada tiga perusahaan dari Cina yang berminat mengembangkan infrastruktur di bidang kereta api dan jalan tol, “ ungkap Kepala Badan Penanaman Modal Pemerintah Provinsi Jatim, Warno Harisasono, Kamis (14/7).

Menurut Warno, ketiga investor dari Cina tersebut masih menjajaki kerjasama dalam pembangunan jalan tol. Ketiganya telah menyatakan minat yang tertuang dalam surat kesepakatan. “Intinya mereka minat mendanai karena dari sisi komersial jalan itu sangat menarik, “ ungkapnya.

Dalam kerjasama tersebut, Pemprov Jatim bertugas menyiapkan lahan. Pemprov juga perlu menyiapkan pembangunan rel kereta api yang bakal dibangun hingga Bandara Juanda. “Investor juga minta membangun jalan kereta api Gubeng-Juanda. Kalau ini inisiatif dari Pemprov Jatim, “ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim, Gentur Gentur Sandjoyo Prihantono mengungkapkan ketertarikan investor Cina untuk membangun jalan tol karena berada di sekitar kawasan industri. Hanya saja, penyediaan lahan untuk jalan tol tersebut akan memakan waktu relatif lama.

Nilai investasi untuk tol Gempol-Pasuruan, ungkapnya, mencapai Rp 1,5 triliun. Nilai itu kemungkinan akan naik lagi pada tahun depan. Sementara, nilai investasi jalan tol Gresik-Tuban masih dalam perhitungan.

Api Tungku Bakar Gedung TK

Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berhasil memadamkan api yang membakar gedung taman kanak-kanak di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/7/2011).

Solikan, warga, mengatakan, kebakaran itu terjadi pukul 11.00 WIB. Api bermula dari bangunan rumah petak di belakang TK dan langsung merambat ke bangunan sekolah.

“Kebakaran itu diduga akibat tungku yang berasal di rumah petak di belakang bangunan sekolah TK,” paparnya.

Beruntung, menurut dia, pada saat kejadian kegiatan belajar mengajar di sekolah TK sudah selesai, dan sekolah dalam keadaan kosong. Bangunan rumah petak yang ada di belakang sekolah itu lebih dari 10 petak yang dihuni oleh sekitar 10 kepala keluarga.

“Warga penghuni di rumah petak itu masih menggunakan kayu bakar untuk memasak,” ucapnya.

Ia mengatakan, akibat lupa, saat ditinggal memasak itulah api menjalar dan merambat ke gedung TK yang ada di depannya.

Kebakaran pada bangunan TK yang berada di sebelah selatan Kepolisian Sektor Waru itu juga membuat panik sejumlah warga, termasuk petugas kepolisian yang sedang berjaga.

Ia menambahkan, kebakaran yang terjadi di rumah petak itu bukan kali pertama. Beberapa tahun lalu juga sempat terjadi kebakaran, tetapi tidak sampai merambat keluar dan berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam kebakaran.

“Pada kebakaran ini, dua unit tabung pemadam sudah habis digunakan, tetapi tidak mampu memadamkan api, dan api terus membesar

 

Kades Tersangka Korupsi Rp 1,6 Miliar Dijemput Jalan Kaki

Madenan, Kepala Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo tiba di Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Kamis (14/7/2011), beberapa menit lalu.

Ia dijemput pengan jalan kaki dari Penjara Delta Sidoarjo yang hanya berjarak 200-an meter di utara kantor Kejaksaan Negeri.

Tim jaksa hari ini akan memeriksa dia lagi setelah menjebloskannya ke penjara, pekan lalu. Pejabat level kampung itu jadi tersangka korupsi kasus penggelapan dana hasil sewa lahan tanah kas desanya sebesar Rp 1,6 miliar.

Tapi, dana itu memang tak dipakainya sendiri. Kuasa hukumnya, Tony Gunawan, menyebutkan, hari ini kliennya akan menunjukkan bukti transfer sekitar setengah miliar rupiah kepada Sholeh, mantan Kepala Dinas Pasar Pemkab Sidoarjo yang juga pernah jadi bakal calon Bupati Sidoarjo.

Sholeh diberi uang sebesar itu karena berperan sebagai pemberi informasi soal rencana Pertamina Gas menyewa lahan desa untuk ditanami jaringan pipa gas selama 20 tahun. Selain Sholeh, ada banyak orang yang juga menerima aliran dana itu tetapi nilainya tak lebih besar.

Sholeh pernah mengakui menerima uang dari Madenan tetapi tidak menyebut jumlah persisnya.

 

Ada Densus 15 Anti Tikus di Sidoarjo

Sekelompok orang yang menamakan Densus 15 Anti Tikus yang beranggotakan 20 orang melakukan pemburuan tikus setiap hari di sawah untuk mengurangi populasi hama yang meresahkan petani itu.

Munculnya ide Densus 15 Anti Tikus, bermula dari hobi Didik Fakhrudin (34), Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Tanggulangin yang kerap menembak tikus dengan senapan angin yang dilengkapi inframerah. Dia setiap malam berburu tikus di areal sawah miliknya.

Mulanya, aktifitas memburu tikus banyak cibiran dari petani karena menganggap tidak mungkin bisa membasmi tikus hanya dengan ditembaki. Tapi Didik tak menggubrisnya. “Sudah setahun ini, saya berburu tikus karena sawahnya diserang hama tikus,” ujarnya di sela-sela acara pencanangan gerakan penanggulangan hama padi di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Selasa (12/7/2011).

Dengan menggunakan inframerah, jangkauan tembak bisa lebih dari 10 meter. Para petani yang tertarik, akhirnya ikut bergabung dan menyebutnya kelompok itu Densus 15 Anti Tikus. Densus 15 mempunyai arti detasemen khusus dan angka 15 merupakan simbol tikus.

“Kita akhirnya membentuk Densus 15 yang kini sudah mempunyai sebanyak 25 senapan angin dengan amunisi kaliber 4,5 mm. Kalau semua anggota Densus 15 dikerahkan semalam bisa mendapat sekitar 50 ekor tikus. Densus 15 juga sering diundang kelompok tani dari beberapa desa untuk berburu tikus di sawah,” tukas dia dengan berharap ke depannya Densus 15 juga terbentuk di desa lainnya.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPP), Handajani, mengapresiasi kelompok ini. Untuk memerangi hama tikus bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga petani.

“Paling tidak dengan adanya kelompok tani yang membentuk Densus 15 Anti Tikus, bisa bersama-sama membasmi hama tikus. Dan alangkah baiknya baiknya kalau disetiap desa terbentuk kelompok tani yang secara bersama-sama membasmi hama tikus dan hama lainnya

Lancar Sehari, Raya Porong Tetap Terancam

Dampak penutupan Raya Porong akibat protes seribu warga lebih dari 45 RT di empat desa yang terdampak semburan lumpur Lapindo hanya dirasakan sehari. Jalan yang menghubungkan Surabaya dengan daerah lain itu kemarin (13/7) terlihat kembali normal seperti biasa. Meski demikian, selama sepuluh hari ke depan, warga tetap berpotensi menutup lagi Raya Porong.

Arus lalu lintas di Raya Porong cukup lancar. Jalur dari arah Malang ke Surabaya terlihat lebih lancar daripada sebaliknya. Di jalur tersebut nyaris tidak ada kendaraan berhenti dan berjalan pelan karena volume. Kendaraan baru pelan ketika mendapati permukaan aspal yang tidak rata seperti di depan Mapolsek Porong.

Sedangkan jalur Surabaya-Pasuruan lebih padat. Meski pelan, kendaraan tetap terus bisa berjalan, tidak sampai menumpuk seperti yang terjadi sehari sebelumnya. “Arus lalu lintas cukup lancar. Tidak ada kendala sama sekali,” kata Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Ahrie Sonta Nasution, Rabu (13/7).

Dua sisi jalur alternatif juga sudah normal. Dalam aksi sehari sebelumnya, warga memblokade jalan tersebut dengan menutupnya dengan kayu sehingga tidak bisa dilewati. Namun, jalur tersebut kemarin sudah bisa dilewati kendaraan roda empat. Meski Raya Porong relatif lancar, tetap ada mobil pribadi yang melintas di jalur alternatif.

Ahrie menambahkan, Polres Sidoarjo menerjunkan personel khusus untuk mengawasi Raya Porong. Sebab, jalan itu kini menjadi sasaran dijadikan tempat untuk demonstrasi. ?Ada sedikit saja gangguan, lalu lintas langsung terkena dampaknya,? ucap dia. Apalagi jika gelombang massa besar tumplek bleg di jalan tersebut. Kelancaran lalu lintas dipastikan terganggu.

Polres Sidoarjo juga memanfaatkan preventive management center (PMC) yang memiliki jaringan CCTV di sejumlah titik di Raya Porong. Dari ruang kantor yang dilengkapi banyak monitor itu, polisi bisa memantau dengan cepat kondisi wilayah tertentu.

Sementara itu, selama sepuluh hari ke depan, Raya Porong masih dibayang-bayangi kemacetan akibat blokade warga. Menurut data di Polres Sidoarjo, peguyuban 45 RT telah mengantongi izin untuk melakukan aksi demonstrasi selama sepuluh hari sejak dua hari lalu.

Hal tersebut yang kini menjadi kekhawatiran sejumlah kalangan. Sebab, dalam melakukan aksi, warga bersikap spontan lantaran sudah mengantongi izin. Sekretaris peguyuban 45 RT Abdussalam membenarkan soal izin itu. Rencananya, izin tersebut dipakai jika ada kebijakan yang dirasa tidak sesuai dengan keinginan warga. “Kami akan buat kejutan-kejutan. Tunggu saja tanggal mainnya,” tegas Abdussalam merahasiakan agenda tersembunyi warga di Raya Porong.

Dua Gudang Karton Terbakar

Kebakaran meludeskan dua gudang karton milik PT. Karya Indah di Jalan Industri Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/6) malam. Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik.

Petugas jaga gudang, Jon, mengatakan, api pertama kali terlihat di ruang penyimpanan tiner. Api lalu menjalar ke dua gudang yang terletak di sisi kiri dan kanan ruangan tersebut.

Lima mobil pemadam dikerahkan. Namun, petugas kewalahan saat memadamkan api di ruang tiner. Petugas mendengar beberapa kali suara ledakan yang diduga berasal dari drum berisi tiner.

Jon mengatakan, ia dan teman-temannya sudah berusaha memadamkan api sejak awal. Tapi api terlalu cepat membesar dan disertai ledakan. Jon juga tak bisa menyelamatkan karton karena gudang terkunci.

Petugas pemadam dibantu pekerja gudang membongkar paksa tembok dan pintu gudang tersebut. Hal itu guna memudahkan penyemprotan air. Seluruh isi gudang ludes terbakar

Aliran Gas Rumah Tangga Hadir di Sidoarjo

Warga Sidoarjo, Jawa Timur, saat ini sudah mulai menggunakan aliran gas rumah tangga. Penggunaan aliran gas ini lebih praktis dan aman sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah atau gas yang selama ini berbentuk tabung.

Aliran gas untuk jaringan rumah tangga ini diawali dari Desa Ngingas dan Wedoro, Kecamatan Waru. Peresmian pengaliran gas rumah tangga ini dilakukan oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Sambungan aliran gas awal ini dilakukan terhadap 4.000 sambungan secara bertahap. Rencananya akan terus dikembangkan hingga mencapai 9.000 sambungan gas.

Menurut Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Tubagus Haryono, gas rumah tangga ini menguntungkan masyarakat karena harganya lebih murah yaitu rata-rata sebesar Rp40 ribu per bulan. Bahan bakar ini juga dinilai lebih praktis dan aman.(DNI)

Sidoarjo Juara Umum MTQ Jatim

Kabupaten Sidoarjo keluar sebagai juara umum Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXIV Provinsi Jawa Timur tahun 2011 di Kota Madiun, pada 19-25 Juni 2011. Mereka meraih empat juara I, empat juara II, dan empat juara III dengan total nilai 36.

“Dengan demikian, Kabupaten Sidoarjo juga menduduki peringkat pertama dari 10 besar dalam MTQ Jatim tahun 2011,” ujar Ketua Dewan Hakim MTQ XXIV Jawa Timur tahun 2011 di Kota Madiun, Kiai Haji Abdushomad Buchori, saat pembacaan surat keputusan dewan hakim bersamaan dengan upacara penutupan MTQ Jatim di Stadion Wilis Kota Madiun, Ahad (26/6) malam.

Juara umum kedua diraih oleh kafilah dari Kota Malang dengan perolehan lima juara I, dua juara II dan satu juara III dengan total nilai 32. Utusan Surabaya harus puas berada di peringkat ketiga dengan perolehan empat juara I, satu juara II dan dua juara III.

Tuan rumah Kota Madiun hanya menduduki peringkat keenam dengan hasil dua juara I, dua juara II dan satu juara III, dengan total nilai 17.

Terpilih sebagai qori terbaik untuk cabang tilawah Quran golongan tartil dewasa, Samsul Arifin, asal Kabupaten Banyuwangi dengan nilai 92 akumulatif suara lagu 100. Serta qori’ah terbaik untuk cabang dan golongan yang sama diraih oleh Hanif Ma’rifah asal Kabupaten Madiun dengan nilai 91.

“Secara umum, para peserta yang mengikuti MTQ kali ini memiliki kualitas yang baik pada setiap cabang dan golongannya. Kami berharap, para pemenang yang terpilih nantinya mampu membawa nama baik Jawa Timur pada ajang MTQ nasional di Ambon, tahun 2012,” kata Buchori.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyerahkan piala kemenangan juara umum MTQ XXIV Jatim 2011 ke Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

“MTQ Jatim di Kota Madiun ini merupakan ajang MTQ yang paling baik dari semua perhelatan sebelumnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah dan juga para peserta yang telah berlomba,” kata Wagub Jatim.(Ant/BEY)